logoSibia

Sekolah Islam Bilingual

Ibnu Abbas bsd

Al-Quran, Bahasa Arab dan Sains

Postingan Terbaru

Selengkapnya
placeholder

Ungkapkan Rasa Cintamu..!

Ana uḥibbuka,ḥabîbî, merupakan ungkapan yang mengetuk hati sebelum pendengaran, ungkapan yang menyusup dengan lembut ke dalam hati, ungkapan yang membuat pendengarnya merasakan kebahagiaan apapun kesulitan yang menghampirinya.
Cinta meupakan kata yang manis dan indah, sekeras apapun hati mampu terbuka dengan ungkapan itu. Betapa banyak hati yang ingin merasakan ungkapan ini dan betapa banyak telinga yang ingin mendengarkan untaian indah ini uḥibbuka,ḥabîbî.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tauladan terbaik ummat ini. Sungguh ungkapan cinta sangat mudah mengalir dari lisan mulia beliau, ungkapan yang keluar dari perasaan yang jujur, uantaian-unataian indah rasa cinta yang senantiasa di dengar oleh para sahabat. Hampir-hampir saja setiap sahabat menyangka ialah orang yang paling dicintai Nabi. Lihatlah bagaimana Amru bin Al-‘Ash seorang sahabat yang mana ketika ketemu Nabi, nabi mengungkapkan kecintaannya kepadanya, hingga dia berprasangka ialah orang yang paling dicintai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu waktu beliau ingin memastikan hal tersebut, di depan para sahabat beliau bertanya
يا رسولَ الله، مَنْ أحَبُّ الناس إليك؟ قال: ((عائشة))، قال: مِنَ الرجال؟ قال: ((أبوها))
“ Ya Rasulullah.! Siapakah orang yang paling engkau cintai? Beliau menjawab :’Aisyah’, Amru bi Al-‘Ash menekankan: dari laki-laki ya Rasulullah?. Beliau menjawab: ‘ayahnya’.”
Dalam dunia Pendidikan, nasihat-nasihat yang terucap dari lisan seorang pendidik maupun orang tua akan terasa ringan dan terkesan pada diri peserta didik ataupun anak jika dibarengi ungkapan rasa cinta. Muadz bin Jabal mengkisahkan kebiasaan beliau yang senantiasa mengucapkan اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك, Muadz tidak pernah meninggalkan doa ini karena sentuhan ungkapan cinta dari Rasulullah ketika mengajarkan kepadanya kalimat ini.
أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ: يَا مُعَاذُ ! وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ، فَقَالَ : أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِك
"Dari Muadz bin Jabal radliyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil tangannya, lalu bersabda, ’Hai Muadz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu.’ Setelah mengatakan demikian, Rasulullah bersabda kembali, ‘Aku berpesan kepadamu, wahai Muadz: Jangan sampai kamu meninggalkan setiap selesai melaksanakan shalat supaya membaca
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allâhumma aínnî 'alâ dzikrika wa syukrika wa husni 'ibâdatik
'Ya Allah, semoga Engkau memberi pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, syukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu’."
Sungguh ungkapan rasa cinta ini sangat membekas pada diri Muadz sehingga ketika beliau megajarkan doa ini kepada yang lain beliau sebutkan ungkapan Yaa Muadz innî uḥibbuka.
Rasa cinta seyogyanya harus diungkapkan, terlebih sebagai murabbî tidaklah mengalir nasihat-nasihat indah dari lisannya melainka dibarengi ungkapan rasa cinta atau doa-doa kebaikan. Sungguh Rasulullah sangat menekankan ungkapan rasa cinta ini menghiasi kehidupan para sahabat sebagai teladan untuk generasi ummat Islam setelahnya. Di saat ada seorang yang mencintai saudaranya namun tidak mengungkapkan, Rasulullah memerintahkan untuk mengungkapkannya.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمْتَهُ قَالَ لَا قَالَ أَعْلِمْهُ قَالَ فَلَحِقَهُ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي له.
Anas bin Malik berkata, "seorang laki-laki berada di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ada seseorang lagi lewat di depannya. Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukai orang ini." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda kepadanya: "Apakah kamu telah memberitahunya." Ia menjawab, "belum." Beliau bersabda: "Beritahukanlah ia." Anas berkata, "Laki-laki itu kemudian menyusulnya dan berkata, "Sesungguhnya aku suka kepadamu karena Allah." Orang itu balik berkata, "Engkau akan dicintai oleh Dzat yang kamu menyukai aku karena-Nya."
Rasa cinta itu seperti minyak wangi, minyak wangi tidak ada nilainya ketika hanya ditaruh di dalam botol kaca dan tidak disemprotkan, begitu pula rasa cinta dalam hati tidak akan bernilai ketika tidak diungkapan dan dibuktikan.
الحب في القلب كالعطر في زجاجة لا قيمة له إلا عند انتشاره ( الشيخ ياسر الحزيمي)
Uhibbukum Fillah
Akhukum Abu Isra’
placeholder

Profil Yayasan Ibnu Abbas BSD

Struktur Yayasan (Tambahkan Bagan)


Dewan Pembina



















dr. Haidar Abdullah, Sp.P.D.

Dwi Arinto Nugroho, SE

Andi M Tandaramang

Agung Triyono Safar
Indra Marta, ST.
H. Sova Budiman, SE, MBA

Legalitas


Pengesahan Pendirian Yayasan Ibnu Abbas Bumi Serpong Damai No: AHU-0005843.AH.01.04.Tahun 2015

Pengesahan Pengurus Yayasan No. AHU-0005843.AH.01.04.Tahun 2015


  1. Profile Yayasan Ibnu Abbas BSD

    1. Sejarah Berdirinya

      1. Berangkat dari kesadaran untuk mengembalikan system pendidikan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, dimana saat ini fenomena yang ada ditengah masyarakat sangat minim ditemukan system pendidikan tersebut.

      2. Maka dari itu lalu dibukalah TPQ untuk anak-anak belajar Alquran. Dalam perkembangannya TPQ ini ternyata mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat muslim BSD dan sekitarnya.

      3. Dari program TPQ ini, semakin hari semakin berkembang dan akhirnya para wali santri memutuskan untuk membuat lembaga pendidikan Alquran secara formal sekaligus membentuk yayasan yang menaungi lembaga formal tersebut yang telah disahkan pada 05 April 2015.

      4. 2014 Menyewa Rumah.






Agar Pendidikan anak-anak bisa lebih maksimal, maka diperlukan tempat untuk mengadakan pertemuan tatap muka. Maka diputuskanlah untuk menyewa sebuah rumah yang berlokasi di Jl Raya Ciater BSD Sektor 1.
Nama pertama yang diberikan untuk sekolah ini adalah Madrasah Al Qur’an Ibnu Abbas yang di kemudian hari berubah menjadi Madrasah Qur’an Bilingual Ibnu Abbas.
ditambahkan foto halaqah

  • 2015 Sewa Lahan dan membangun Gedung Madrasah


Semakin berkembangnya Madrasah Qur’an Bilingual Ibnu Abbas dengan semakin banyaknya peserta didik yang ingin bergabung, akhirnya memaksa para pengurus Madrasah untuk membuat terobosan baru dengan mencari lokasi belajar baru yang lebih representatif.
Pengurus yayasan akhirnya memutuskan menyewa lahan kosong sebanyak 2 kavling yang beralamat di Jl Wana Kencana 1 Sektor 12.
Dari lahan kosong tersebut akhirnya dibangun gedung 2 lantai yang cukup untuk menampung peserta didik sebanyak kurang lebih 110 santri berikut kantor. Pembangunan gedung 2 lantai ini sepenuhnya dibangun dengan dana wakaf muhsinin.


  • 2016 menempati gedung baru CARIKAN FOTO HLQH


Saat pembangunan mencapai 70% kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke gedung baru sekaligus mengubah nama menjadi Kuttab Ibnu Abbas BSD.
Agar gedung wakaf 2 lantai ini dapat berfungsi secara maksimal maka dibentuklah TPQ Ibnu Abbas sore dan malam serta kursus Bahasa Arab untuk menampung santri dari masyarakat umum serta berbagai latar belakang pendidikan.


  • 2018 Membeli Lahan dan Membangun Gedung Baru (deskripsikan)


Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, perkembangan Kuttab Ibnu Abbas ternyata sangat menggembirakan. Semakin banyaknya calon peserta didik baru setiap tahun ajaran menjadi bukti bahwa Ibnu Abbas diterima masyarakat. Dalam beberapa tahun kedepan bisa dipastikan kapasitas gedung madrasah akan over capacity. Untuk itu pengurus yayasan Ibnu abbas melakukan terobosan baru dengan membeli lahan dan membangun gedung baru yang akan menampung kurang lebih 250 santri.
Yayasan akhirnya kembali membuka peluang wakaf bagi para muhsinin untuk membeli lahan tersebut. Dan Alhamdu lillah dalam tempo yang tidak begitu lama dana wakaf dapat terkumpul dan akhirnya Yayasan Ibnu Abbas bisa memiliki lahan tersebut serta segera memulai pembangunan.


  • 2020 pendirian pra kuttab dan SMP


Setelah 5 tahun berjalan pendidikan kuttab ibnu abbas dengan hasil pencapaian yang memuaskan, muncul permintaan dari masyarakat untuk mendirikan pendidikan setingkat TK dan SMP.

  • Visi


Menjadi model Lembaga dakwah dan Pendidikan Al-Qur'an yang mampu menggabungkan kemampuan menghafal dan memahami Al-Qur'an dan Bahasa Arab sesuai dengan tingkat intelektualitas peserta didik.

  • Misi







      1. Memasyarakatkan tradisi menghafal dan memahami Al-Qur'an.

      2. Mengajarkan dan mensosialisasikan bahasa arab.

      3. Mengangkat bendera dan syiar "KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN dan AS SUNNAH" di tengah masyarakat

      4. Menanamkan nilai - nilai Tauhid dan Akhlak karimah sejak awal kepada peserta didik

      5. Membuka peluang Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) bagi kaum Muslimin.







  • Tujuan


Lahirnya individu yang memiliki kualitas ilmu dan berkarakter Qurani

  1. Aktifitas Yayasan

    • Pra Kuttab




Menyelenggarakan pendidikan untuk usia 5 – 6 tahun (pra mumayyiz), untuk dipersiapkan memasuki jenjang pendidikan berikutnya (kuttab), dengan focus kurikulum, penanaman nilai – nilai tauhid, tahsin tilawah dan Bahasa arab sesuai dengan usianya. 



    • Kuttab (Ta’lim Shibyan)




Menyelenggarakan pendidikan untuk usia minimal 6 tahun (mumayyiz) dengan masa pendidikan 9 tahun, dengan focus kurikulum Al Quran (Tahsin, Tahfiz, Tadabbur), Bahasa Arab dan materi pelajaran umum (Sains dll). Dan ini termasuk sekolah pertama non pesantren dengan Bahasa arab sebagai Bahasa pengantar.



    • Kuttab (Mutawassithah)




Menyelenggarakan pendidikan untuk usia minimal 13 tahun dengan masa pendidikan 3 tahun. dengan focus kurikulum Al Quran (Tahsin, Tahfiz, Tadabbur), Bahasa Arab dan materi pelajaran umum (Sains dll).



    • TPQ









      1. Athfal & Mutawassithah






Menyelenggarakan pendidikan Al Quran (Tahsin Tilawah, Tahfizh dan Tadabbur) untuk masyarakat umum usia SD, SMP dan SMA
























    • Ummahat




Menyelenggarakan pendidikan Al Quran (Tahsin Tilawah, Tahfizh dan Tadabbur) untuk masyarakat umum khususnya kalangan ummahat (Ibu – Ibu).




    • Kursus Bahasa Arab




Menyelenggarakan pendidikan Bahasa Arab untuk masyarakat umum.



    • I’dadul Mu’allimin




Menyelenggarakan pendidikan untuk mempersiapkan tenaga pendidik untuk yayasan Ibnu Abbas BSD dan lembaga dakwah dan pendidikan Al Quran lainnya, dengan titik berat kurikulum pada Al Quran (Tahsin Tilawah, Tahfizh dan Tadabbur), Bahasa Arab, Metodologi pembelajaran dan Psikologi pendidikan anak.



    • ZISWAF




Menerima Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf dari Muhsinin dan akan disalurkan kepada mustahiq.



    • Pemberdayaan Ekonomi Ummat




Memberdayakan ekonomi ummat melalui kerjasama dengan pelaku ekonomi agar tercipta komunitas ekonomi syariah khususnya dilingkungan Yayasan Ibnu Abbas BSD.

  1. Profile Pendidik






























Muhammad Habibi
Mudir SMP

Basthoh

Agus Budiyanto

Hendro Prasetiyo

Husni Arif

Muhammad Fadli

Muhammad Rasyid Sofyan

Nafis Abdul karim

A Sabila Rosadi

Amirul Mu'minin

M Fauzi Helmy

Faris Anggara Setio Budi
Ganti foto




    • Raghda

    • Fauzan Ali

    • H Muh Ihsan Ashari

    • Intessar

    • Norah

    • Nurani

    • Siti Harmiyati

    • Arifatul Laela

    • Maya Yuniati

    • Ali Abdullah Mohsin Saria

    • Salah Al-Ddeen HM Salah

    • Nelli Diah Anggraeni

    • Syifa Fauziyyah

    • Muh. Nawir

    • Wiwi Adawiyah

    • Silmiana Rachmah Hidayati

    • Nia Kurniasih

    • Syahrun Shoim Rom

    • Siti Zakiyya Darojat

    • Rahma Aisya

    • Muhammad Khoirul Anas

    • Iqbal Jundurrahman

    • Aminah

    • Dini Nurfitria

    • Basyir Boimau

    • Amalia Nur Sania

    • Laras Khoirunisa





  1. Fasilitas

    • Gedung 1 (foto) by akmal tambahkan ruangan kantor, tamu, kelas, toilet, lapangan, ruang multimedia. Foto dari depan jalan
































Gedung1. Tampak depan

Gedung 1. Tampak Atas

Gedung 1. Ruang Kantor

Gedung 1. Ruang Tamu

Gedung 1. Ruang Kelas

Gedung 1. Ruang Pertemuan/Mutimedia

Gedung 1. Lapangan/Halaman

Gedung 1. Tampak Depan

Gedung 1. Toilet Ikhwan

Gedung 1. Tempat Wudhu Ikhwan

Gedung 1. Toilet Akhwat

Gedung 1. Tempat wudhu Akhwat




    1. Gedung 2 (foto) by akmal tambahkan ruangan kantor, tamu, kelas, toilet, lapangan, ruang multimedia, pos security, ruang yayasan,




































Gedung2. Tampak Depan

Gedung 2. Ruang Kelas

Gedung 2. Ruang Tamu

Gedung 2. Ruang Kantor Yayasan

Gedung 2. Musholla/Serbaguna

Gedung 2. Ruang Kantor Guru

Gedung 2. Toilet Ikhwan

Gedung 2. Toilet Akhwat

Gedung 2. Tempat Wudhu Ikhwan

Gedung 2. Tempat Wudhu Akhwat

Gedung 2. Ruang Security
Gedung 2. Gedung Mess

Gedung 2. Lapangan/Halaman

Gedung 2. Ruang Multimedia


  • Mess Guru


Rumah ini disewa oleh yayasan dan berlokasi di lingkungan yang baik, aman dan nyaman. Diperuntukkan khusus guru perempuan yang belum menikah.


  • Rekomendasi

    1. Kementerian Agama




Nomor Statistik NSDT Kemenag Kota Tangerang Selatan “Madrasah Qur’an Ibnu Abbas” No. 311236740075

Nomor Statistik Pendidikan Al-Qur’an Kemenag Kota Tangerang Selatan “TPQ Ibnu Abbas” No. 411236740578

Surat Keterangan Kemenag Tangerang Selatan bahwa Yayasan Ibnu Abbas BSD Menerima Sumbangan (Wakaf, Infak/Sedekah)




    • Tazkiyah Muassasah Juud




placeholder

Mendidik Melalui Cerita

Pendidikan melalui cerita adalah penyajian materi pemebelajaran dengan menceritakan kejadian-kejadian masa lampau baik berkaitan dengan ketaatan-ketaatan yang mesti diteladani dan kemungkaran untuk dijauhi dan ditinggalkan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.[1]
Nabi Muhammad SAW dalam memberikan pelajaran kepada para sahabat seringkali menggunakan metode cerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan kejadian-kajadian masa lalu. Penggunaan metode itu dianggap akan lebih membekas dalam jiwa orang-orang yang mendengarkannya serta menarik perhatian mereka. Allah SWT sesungguhnya telah mengenalkan metode pembelajaran seperti ini kepada Rasulullah SAW seperti firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an[2]:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”.(QS. Hud, 11: 120).
Diantara cerita yang Allah sebutkan di dalam Al-Qurán adalah kisah Luqman Al-Hakim,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. " (QS 31: 13).
Dalam ayat lainnya Allah menceritakan,
وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub, 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam'" (QS 2: 132).
Metode bercerita sangat efektif, terlebih lagi bila sasarannya anak didik yang masih dalam perkembangan. Dengan mendengarkan suatu cerita, kepekaan jiwa dan perasaan anak tergugah. Di samping itu menurut Muhammad Quthb melalui cerita peserta didik usia pendidikan dasar mempunyai daya tarik yang menyentuh perasaan dan mempunyai pengaruh terhadap jiwa anak dengan memilih cerita sesuai tarap perkembangan jiwa anak.[3]
Terlebih pembelajaran Akhlak melalui Al-Qur’an banyak melalui kisah-kisah yang tertuang di dalamnya. Menurut Abdurrahman An-Nahlawy metode kisah dalam Al-Qur’an berefek positif pada perubahan sikap dan perbaikan niat atau motivasi seseorang.[4]
Sebab-sebab yang dapat memperbaiki, yaitu:

  1. Kisah dalam Al-Qur’an memberikan pengaruh dan nasihat sejak awal hingga akhir.

  2. Membaca kisah Al-Qur’an adalah interaksi atau komunikasi pada jiwa manusia.

  3. Kisah dalam Al-Qur’an bukan merupakan hal asing dalam kehidupan manusia, karena kisah-kisah ini merupakan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi.

  4. Kisah Al-Qur’an membangkitkan rasa religiusitas manusia karena dapat meningkatkan keimanan pada sang pencipta.

  5. Kisah dalam Al-Qur’an mengajak berdialog dan memberikan jawaban terhadap logika-logika manusia secara ilmiah karena dalam kisah-kisah tersebut Allah mengajak manusia untuk selalu berpikir.[5]


(Abu Isra’)

  1. Syahraini Tambak, “Metode Bercerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, dalam Jurnal Al-Thariqah, Vol 1 No. 1 Juni 2016 h, 6-8

  2. Abdul Fattah Abu Ghuddah, Ar-Rasuul Al-Mu’allim, (Beirut: Dar Al-Basyair, 1996) h. 194

  3. Muhammad Quthb, Sistem Pendidikan Islam, terj Salman Harun (Bandung: Al-Ma’arif, 1993) h.325

  4. Abdurrahman An-Nahlawy, Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah wa Asâlîbuhâ, (Damaskus: Dar- Al-Fikr, 2008), cet ke 26, h. 189

  5. Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an,(Depok: Rajagrafindo Persada, 2014), h 114

placeholder

BERIKAN TELADAN LALU BIASAKAN!


Setiap pendidik baik itu orang tua ataupun guru pasti menginkan anaknya atau peserta didik memiliki kebiasaan akhlak mulia, internalisasi akhlak karimah pada anak diperlukan beragam metode di antara usluub yang efektif adalah berikan contoh (uswah) dan pembiasaan.
QUDWAH HASANAH
Salah satu aspek terpenting dalam mewujudkan integrasi iman, ilmu dan akhlak adalah adanya figur utama yang menunjang keberhasilan pendidikan iman dan akhlak,
[1] keteladanan merupakan metode yang lebih efektif karena peserta didik pada umumnya cenderung meniru pendidiknya. Metode ini sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai iman dan akhlak, karena pendidik menjadi panutan untuk peserta didik dalam segala hal.[2]
Para pendidik dituntut untuk memiliki kepribadian dan intelektualitas yang baik dan sesuai dengan Islam sehingga konsep pendidikan yang diajarkan langsung diterjemahkan melalui diri para pendidik.
Dalam Al-Qur’an kalimat uswah terdapat tiga kali yaitu Al-Ahzab: 21, Al-Mumtahanah 4,6
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang naik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan Hari Kiamat dan dia menyebut Allah.”(Q.S Al-Ahzab [33]: 21)
Mengeani pentingnya metode keteladanan dalam pendidikan, Rasulullah banyak mencontohkan keteledanan dalam kehidupan sehari hari. Bahkan dalam kondisi peperangan tidak saja hanya bertindak sebagai komandan yang diam tanpa berbuat. Namun beliau aktif turun langsung dalam menggali parit dan mengangkat batu.[3]
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ البَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الأَحْزَابِ يَنْقُلُ التُّرَابَ، وَقَدْ وَارَى التُّرَابُ بَيَاضَ بَطْنِهِ.
Al-Bara’ berkata, “Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tanah pada hari persiapan perang Khandaq hingga tanah tadi mengenai putih perutnya.” (H.R. Al-Bukhari)[4]
Metode keteladanan memiliki tiga karakteristik; Pertama, mudah; peserta didik lebih cepat melihat kemudian melakukan daripada hanya verbal. Kedua, minim kesalahan, karena langsung mencontoh. Ketiga, lebih dalam pengaruhnya, berkesan, dan membekas dalam hari manusia disbanding teori.[5]
PEMBIASAAN
Kebiasaan menduduki kedudukan sangat istimewa di dalam kehidupan manusia. Islam menggunakan pembiasaan sebagai salah satu metode pendidikan. Sehingga selanjutnya sifat dan karakter baik itu menjadi kebiasaa, sehingga ketika peserta didik ataupun anak melakukan hal tersebut tanpa terlalu payah dan menemukan banyak kesulitaan.[6]
Proses pendidikan yang terkait dengan perilaku tanpa tanpa diikuti dan didukun adanya praktik dan pembiasaan pada diri, maka pendidikan itu hanya jadi angan-angan,karena pembiasaan dalam proses pendidikan sangat dibutuhkan.
Rasulullah mengajarkan akhlak dan menanamkan pola berpikir melalui dorongan untuk melakukannya berulang-ulang. Metod pembiasaan dalam pendidikan Islam sangat urgent, berapa banyak ajaran-ajaran Islam akan menjadi mudah ketika sudah dibiasakan sejak usian dini, shalat lima waktu bagi anak tidak akan berat ketika pembiasaan itu sudah dimunculkan sejak usia tujuh tahun, seperti halnya puasa, bacaan dzikir dan doa harian akan mudah dilupakan ketika tidak dibiasakan sehari-hari.[7]
Dalam hadis-hadis Nabi Muhammad juga terdapat model pembiasaan dalam melakukan pendidikan akhlak harian. Sebagai contoh hadis diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasululullah bersabda, “ Apabila kalian berwudhu, maka mulailah dengan anggota yang kanan”.[8]
(Abu Isra’)

  1. Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an,(Depok: Rajagrafindo Persada, 2014), h 140

  2. Muhammad Quthb, Sistem Pendidikan Islam, terj Salman Harun (Bandung: Al-Ma’arif, 1993) h.325

  3. Anung Al-Hamat, Tarbiyah Jihadiyah Imam Bukhari, (Jakarta: Ummul Qura, 2016) h, 320

  4. Al-Bukhari, Shahih Bukhari, 4/26

  5. Muhammad Abu Fath Al-Bayanuni, Al-Madkhal ilâ “Ilm Ad-Da’wah,( Beirut: Muassasah Ar-Risalah, 1991) h, 271

  6. Muhammad Quthb, Sistem Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma’arif, 1993) h, 325

  7. Khalifatul Ulyaa, Pelaksanaan Metode Pembiasaan di Pendidikan Anak Usia Dini, (Asatiza, Jurnal Pendidikan, 2022) Vol 1 h, 51

  8. Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an,(Depok: Rajagrafindo Persada, 2014), h 138

logo
Uncategorized
Classmeeting Kuttab Ibnu Abbas BSD

BSD (12/12) Kuttab Ibnu Abbas menggelar classmeeting yang dimulai pada hari ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir semester ganjil selepas ujian. Kegiatan ini akan digelar selama tiga hari dengan berbagai macam perlombaan yang menarik.


Di hari pertama perlombaan dikiuti oleh semua murid yang bertempat di Gedung masing-masing. Murid-murid putri kelas 3-6 dan SMP sangat antusias mengikuti perlombaan menggambar dan gobag sodor di gedung 1. Sedangkan murid- murid di Gedung 2 antusias mengikuti perlombaan mewarnai, cerdas cermat dan balap kardus.



Tujuan class meeting tak lain untuk melepaskan lelah siswa setelah satu semester menjalankan kegiatan pembelajaran. Selain itu, juga untuk melatih kerja sama tim (teamwork) dari setiap kelas agar dapat bermain dengan baik.



“Kegiatan ini dilaksanakan untuk melepas lelah setelah melaksanakan ujian selama 1 pekan serta untuk menguatkan ukhuwah dan kerjasama antar murid”. Jelas Ustadz Fauzan selaku wakil mudir bidang kesiswaan.


Di hari kedua lomba yang akan dilaksanakan adalah lomba laba-laba air, estafet karet, adzan, futsal, makan kerupuk dan injak balon. Lomba-lomba tersebut akan dikuti sesuai kelas dan kelompok masing-masing.



Di hari ketiga akan dilaksanakan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah. Acara akan diawali dengan pesan-pesan liburan dan ditutup dengan makan bersama.


(Habibi)

logo
Berita
Seminar Strategi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Anak Usia Dini

Mudir Sekolah Islam Bilingual Ibnu Abbas BSD Ustadz Muhmmad Habibi, Lc, M.Pd diundang oleh Kuttab Salman Al Farisi untuk mengisi seminar yang bertema “Strategi Pengajaran Bahasa Arab untuk Anak Usia Dini”. Acara berlangsung pada hari Senin (3/7) di Kuttab Salman Al Farisi yang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.




دعا كتاب سلمان الفارسي مدير المدرسة ابن عباس (الأستاذ محمد حبيبي) لإلقاء المحاضرة في ندوة بعنوان "إستراتيجية تعليم اللغة العربية للصغار". البرنامج أقيمت في يوم الإثنين (٣/٧) في كتاب سلمان الفارسي بمنطقة كارنج أنيار، جاوى الوسطى.


logo
Berita
STUDI BANDING KE IBNU ABBAS BSD

Pada awal tahun ajaran 2023/2024 Sekolah Islam Bilingual Ibnu Abbas BSD kedatangan tamu dari beberapa sekolah untuk studi banding.




Di antaranya adalah Maktab Ibnu Khaldun. Sekolah ini mengutus para pengajarnya untuk mempelajari metode pengajaran Bahasa Arab, serta mempraktikkannya langsung di depan staff kurikulum dan pengajaran Ibnu Abbas. Kunjungan berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 24 hingga 26 Juli 2023.




Kemudian ada kunjungan dari Al-Fityan School Medan pada tanggal 31 Juli 2023. Kunjungan disambut langsung oleh kepala sekolah serta staff kurikulum Ibnu Abbas.


Pada tanggal 2 Agustus datang tamu dari Kuttab Al-Kahfi Indonesia. Sama halnya dengan sekolah-sekolah sebelumnya, tujuan sekolah ini datang berkunjung untuk studi banding/observasi pendidikan Islam dan aplikasi kurikulum Bahasa Arab.


Sekolah Islam Bilingual Ibnu Abbas sudah beberapa kali kedatangan tamu untuk studi banding, para pendiri dan pimpinan selaku menyambut dengan baik kepada tamu-tamu yang datang. "Pada bulan-bulan sebelumnya juga ada beberapa sekolah lain yang datang untuk studi banding, selain dari 3 sekolah tersebut", ucap ustadz Fauzan selaku wakil kepala sekolah.


Fauzi Rusman


logo
Berita
Workshop Aku Bisa Menjadi Penulis Cerita Buku Cilik

Pada Hari Jum'at (1/9) Ibnu Abbas BSD bekerjasama dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) mengadakan acara workshop untuk siswi kelas 4 SD hingga 9 SMP. Workshop ini bertajuk "Aku Bisa Menjadi Penulis Cerita Buku Cilik" .
Acara workshop ini diisi oleh dua narasumber, yaitu Kak Jumi Haryani dan Kak Shabia Ira. Kak Jumi merupakan seorang penulis buku, sedang Kak Shabia seorang pimpinan redaksi buku anak.


Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.10 wib. Dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah Ibnu Abbas BSD, perwakilan IKAPI, lalu acara inti pun dimulai.


Dalam acara ini para murid juga diminta untuk praktik menulis sebuah cerita pendek (cerpen), juga komik bergambar bagi yang mempunyai skill menggambar.


Di akhir acara narasumber memilih 6 karya terbaik dari para siswi, lalu panitia acara memberikan hadiah kepada 6 siswi yang terpilih.


Acara ditutup dengan serah terima kenang-kenangan antara Sekolah Ibnu Abbas dengan IKAPI dan narasumber.


Yang tak kalah menarik dari acara ini adalah dengan hadirnya dua MC yang sangat lihai dalam membawakan acara, sehingga acara berjalan dengan meriah, mereka adalah dua siswi kelas 9 SMP Nabila dan Kikan.


Diharapkan dengan acara ini para siswi yang mempunyai bakat dan minat dalam menulis dapat terfasilitasi bakatnya, serta mampu untuk mengembangkan dirinya.






Fauzi Rusman


Youtube Channel

sibia bsd

Channel

Profil

Sekolah Islam Bilingual

Ibnu Abbas bsd

Al-Quran, Bahasa Arab dan Sains